Zero Trust Security

Keamanan tanpa kepercayaan (Zero Trust Security/ZTS) adalah kerangka kerja keamanan informasi yang beroperasi dengan prinsip “jangan pernah percaya, selalu verifikasi.” Hal ini dirancang untuk meningkatkan keamanan dengan menghilangkan asumsi bahwa entitas dalam jaringan dapat dipercaya secara default, terlepas dari lokasi atau asal mereka. Dalam model keamanan tradisional, setelah pengguna mendapatkan akses ke sebuah jaringan, mereka sering kali diberikan hak istimewa yang luas di dalam jaringan tersebut. Namun, dalam model zero trust, kontrol akses dan mekanisme verifikasi diterapkan secara konsisten di seluruh jaringan, terlepas dari lokasi pengguna ataupun otentikasi sebelumnya.
Ransomware: Bahaya dan Mitigasinya

Pada bulan Mei 2021, Colonial Pipeline, operator pipa bahan bakar utama di Amerika Serikat, terkena serangan ransomware. Ransomware adalah jenis perangkat lunak berbahaya yang mengenkripsi file korban dan meminta pembayaran sebagai imbalan untuk kunci dekripsi yang dapat membuka kunci file. Dalam kasus ini, para penyerang menggunakan varian ransomware yang disebut DarkSide untuk mengenkripsi file-file perusahaan dan meminta pembayaran tebusan sebesar $4,4 juta dalam bentuk Bitcoin.
Privacy by Design: Pelindungan Privasi dalam Sistem Elektronik

Sejak Undang-Undang nomor 27 tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (PDP) diundangkan pada tanggal 17 Oktober 2022 maka Indonesia memiliki landasan hukum yang kuat dalam pelindungan terhadap privasi khususnya terhadap data pribadi. Undang-Undang ini diharapkan akan menjamin hak warga negara atas pelindungan diri pribadi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat serta menjamin pengakuan dan penghormatan atas pentingnya pelindungan data pribadi.
Pertahanan Adaptif dan Berlapis (Adaptive and Multi-layered Defense)

Pertahanan adaptif dan berlapis adalah pendekatan keamanan siber yang melibatkan penggunaan beberapa lapis pertahanan untuk melindungi dari berbagai ancaman, dan mengadaptasi pertahanan tersebut sebagai respons terhadap perubahan ancaman dan vektor serangan.
Meningkatkan Kepatuhan Pelindungan Data Pribadi: Strategi Praktis & Peran PCI Quality

Pelindungan Data Pribadi (PDP) kini menjadi prioritas utama bagi organisasi di Indonesia. Dengan 229 juta pengguna internet dan tingkat penetrasi digital hampir 90%, risiko kebocoran data semakin tinggi. Data Komdigi menunjukkan 89,8% insiden pelanggaran merupakan kebocoran data pribadi, menjadikannya ancaman terbesar bagi sektor publik maupun swasta.
Mengenal lebih dekat Intelijen Ancaman Proaktif:

Pada tulisan sebelumnya terkait PENDEKATAN BARU PENGELOLAAN KEAMANAN SIBER, salah satu unsur utama dalam membangun pendekatan yang efektif bagi organisasi untuk mencapai keamanan dan ketahanan siber adalah menjalankan fungsi Intelijen Ancaman Proaktif (Proactive Threat Intelligence).
Lockbit: Ransomware Yang Menghantui Dunia Siber

Lockbit 3.0 adalah jenis ransomware yang dirancang untuk mengenkripsi file di komputer korban dan meminta tebusan sebagai imbalan atas kunci dekripsi. Versi pertama Lockbit ditemukan pada tahun 2019, dan sejak itu, malware ini telah mengalami beberapa pembaruan dan perbaikan.
Keamanan Siber dalam Ekosistem Rantai Pasok

Ekosistem rantai pasokan yang aman adalah hal yang sangat penting bagi industri saat ini karena membantu melindungi organisasi dari ancaman serangan siber yang terus meningkat dan pelanggaran keamanan lainnya. Pentingnya ekosistem rantai pasokan yang aman dapat dijelaskan dengan beberapa alasan berikut:
Solusi Strategis PCI Quality untuk Melindungi Aset Digital dan Meningkatkan Keamanan Siber Perusahaan

Di era transformasi digital yang semakin cepat, keamanan siber bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan fundamental bagi setiap organisasi. Serangan siber terus berkembang, metode peretasan semakin canggih, dan eksposur digital perusahaan semakin luas. Di tengah dinamika tersebut, Penetration Test (Pentest) menjadi salah satu pendekatan paling efektif untuk mengidentifikasi celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.